Minggu, 19 Mei 2019

PERMAINAN ANAK TRADISIONAL YANG BERMANFAAT UNTUK KESEHATAN DIBANDINGKAN DENGAN GAME ONLINE


Nama : Meilani Dwi Nurani
NIM : C1AA18066

Anak-anak sangat dekat dengan permainan. Dalam kehidupan sehari-hari, permainan baik tradisional maupun modern selalu dilakukan anak-anak. Permainan modern yang sekarang ini sering dimainkan oleh anak-anak di perkotaan lebih cenderung mengasah kemampuan otak daripada kemampuan otot, oleh karena itu kepada para orang tua yang tinggal di perkotaan disarankan lebih memperkenalkan pada anak-anak mengenai jenis-jenis permainan yang lebih melatih kekuatan otot-otot mereka dan permainan tradisional dapat menjadi salah satu solusinya. Permainan tradisionalpun perlahan namun pasti mulai ditinggalkan, karena dianggap kuno serta melelahkan. Padahal jika ditinjau lebih dalam, beragam permainan tradisional secara langsung dapat memberikan kontribusi kepada anak-anak diantaranya berupa:
1) pembentukan fisik yang sehat, bugar, tangguh, unggul dan berdaya saing
2)pembentukan mental meliputi: sportivitas, toleran, disiplin dan demokratis
3)Pembentukan moral menjadi lebih tanggap, peka, jujur dan tulus

4) pembentukan kemampuan sosial, yaitu mampu bersaing, bekerjasama, berdisiplin, bersahabat, dan berkebangsaan.
Salah satu contoh jenis permainan tradisional yang bermanfaat bagi kesehatan

  1. Gobak Sodor/Galasin
    

permainan ini mengandung komponen-komponen kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan yaitu mengandung komponen kekuatan (strength) karena permainan ini memerlukan gerakan tubuh yang banyak sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan.

2. Lompat Tali

Di dalam permainan ini mengandung komponen-komponen kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan yaitu mengandung komponen kelenturan (flexibility) karena permainan ini memerlukan gerakan melompat yang gerakan membutuhkan kelenturan agar dapat melewati ketinggian talinya dan juga pada permainan ini diperbolehkan menggunakan berbagai gerakan, dengan seperti itu maka dibutuhkan kelenturan agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan pada sendinya.

3. Kasti


Di dalam permainan ini mengandung komponen kekuatan (strength) karena dalam permainan ini dibutuhkan tenaga untuk memukul, menangkap dan melempar dan berlari, sehingga permainan ini dapat menguatkan otot-otot tubuh seperti otot tangan, dan otot kaki.


4. Boi-boian

   Umumnya permainan ini dilakukan dalam waktu yang lama hingga sekitar satu jam. Selain menyehatkan, gerakan berlari dalam permainan ini juga bermanfaat untuk menghindari anak mengalami obesitas (Achroni, 2012: 89). di dalam permainan ini juga mengandung komponen-komponen kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan yaitu mengandung komponen daya tahan (endurance) karena dalam permainan ini adalah cara bermainnya dengan berlari, sehingga jika dilakuka dalam waktu yang cukup lama maka dapat melatih daya tahan peserta didik.
      Jenis permainan tradisional untuk meningkatkan kemampuan motorik pada anak usia dini

1)      Permainan Congklak/dakon



Melatih kemampuan motorik halus. Saat memegang dan memainkan biji congklak yang paling berperanan adalah motorik halus anak yaitu jari jemari.

2)      Lompat Tali/Spintrong


Dengan bermain lompat tali motorik kasar akan terstimulasi. Lama-kelamaan tumbuh menjadi anak yang cekatan, tangkas dan dinamis. Otot-ototnya pun padat dan berisi, kuat, tangkas serta terlatih. Lompat tali bisa mengurangi obesitas pada anak.

Dampak bahaya dari kegemaran bermain game tersebut bermunculan. Segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan lebih cendrung memberikan efek negative dibandingkan efek positif. Terlalu lama main game bisa menurunkan kondisi fisik, dan menyebabkan meningkatkan kejenuhan. Bermain game lebih dari 2 jam akan menyebabkan keletihan mata.


Beberapa masalah yang dihadapi dalam bermain game online ataupun di gadget/handphone bagi kesehatan fisik dan mental :
1. Cedera jari sehingga bengkak dan sakit yang berulang-ulang terus menerus
2. Sering pegal-pegal nyeri tulang belakang dapat membuat bentuk tulang belakang menjadi tidak proposional.
3. Sinar biru pada layar monitor bisa menyebabkan kerusakan mata, yaitu mengikis lutein pada mata sehingga pandangan kabur degenerasi macula.
4. Main game teralu dkat dengan dengan layar monitor computer bisa menyebabkan mata minus rabun jauh atau miopi. Tidak hanya dari game namun juga bisa menyerang pada saat menonton tv.
5. Kilatan-kilatan cahaya dengan pola tertentu pada game bia memicu epilepsy (ayan) pada penderita potensial.
6. Dapat menyebabkan stress jika mengaami kegagalan bermain game online maupun karena kurang waktu hubungan social.

      Dampak game online pada aktivitas Otak Penurunan aktivitas gelombang otak depan yang memilik peranan sangat penting :
· dengan pengendalian emosi dan agresivitas sehingga mereka cepat mengalami perubahan mood, seperti mudah marah, mengalami masalah dalam hubungan social, tidak kosentrasi dan lain. Penurunan aktivitas gelombang beta merupakan efek jangka panjang yang tetap.

· berlangsung meskipun gamer tidak sedang bermain game. Dengan kata lain para gamer mengalami “autonomic nerves” yaitu tubuh mengalami pengelabuan kondisi dimana sekeresi adrenalin meningkat, sehingga denyut jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen terpacu untuk meningkat.

Oleh sebab itu, Perlu adanya pengarahan bagi anak-anak penggemar game online atau gadget, bahwa melakukan aktivitas fisik seperti bermain permainan tradisonal lebih baik dibandingkan dengan bermain permainan online atau gadget. Karena dalam permainan tradisional dapat meningkatkan kesegaran jasmani seperti kelincahan seorang anak. 

Pada dasarnya segala hal yang berlebihan itu tidak baik. Termasuk bermain game online. Boleh saja, tapi jangan sampai berjam-jam apalagi berhari-hari.




DAFTAR PUSTAKA


Ishak, M.2015.Latihan Olahraga dalam Permainan Tradisional.Jurnal Ilmu Keolahragaan, Volume 14, No. 2, Juli 2015:42-48.

Yunarta, A.2017.Pengaruh Permainan Tradisional Terhadao Kebugaran Jasmani.BRAVO’S (Jurnal Prodi Pendidikan Jasmani & Kesehatan),Volume 5, No. 4, 2017.

Hasanah, U.2016.Pengembangan Kemampuan Fisik Motorik Melalui Permainan Tradisional Bagi Anak Usia Dini.Jurnal Pendidikan Anak, Volume 5, No. 1, 2016.

Papastergiou, M.2010. Exploring the potential of computer and video games for health and physical education. Computers & Education 53 (2010) 603–622.

Lam, L.T.2014. Risk factors of Internet Addiction and the health effect of Internet Addiction on adolescents: A systematic review of longitudinal and prospective studies.Current Psychiatry Reports, November 2014.