Nama : Meilani Dwi Nurani
NIM : C1AA18066
Anak-anak
sangat dekat dengan permainan. Dalam kehidupan sehari-hari, permainan baik
tradisional maupun modern selalu dilakukan anak-anak. Permainan modern yang
sekarang ini sering dimainkan oleh anak-anak di perkotaan lebih cenderung
mengasah kemampuan otak daripada kemampuan otot, oleh karena itu kepada para
orang tua yang tinggal di perkotaan disarankan lebih memperkenalkan pada
anak-anak mengenai jenis-jenis permainan yang lebih melatih kekuatan otot-otot
mereka dan permainan tradisional dapat menjadi salah satu solusinya. Permainan
tradisionalpun perlahan namun pasti mulai ditinggalkan, karena dianggap kuno
serta melelahkan. Padahal jika ditinjau lebih dalam, beragam permainan
tradisional secara langsung dapat memberikan kontribusi kepada anak-anak
diantaranya berupa:
1) pembentukan fisik
yang sehat, bugar, tangguh, unggul dan berdaya saing
2)pembentukan mental
meliputi: sportivitas, toleran, disiplin dan demokratis
3)Pembentukan moral
menjadi lebih tanggap, peka, jujur dan tulus
4) pembentukan
kemampuan sosial, yaitu mampu bersaing, bekerjasama, berdisiplin, bersahabat,
dan berkebangsaan.
Salah satu contoh jenis
permainan tradisional yang bermanfaat bagi kesehatan
1. Gobak Sodor/Galasin
permainan
ini mengandung komponen-komponen kebugaran jasmani yang berhubungan dengan
kesehatan yaitu mengandung komponen kekuatan (strength) karena permainan ini
memerlukan gerakan tubuh yang banyak sehingga bermanfaat untuk meningkatkan
kekuatan.
2. Lompat Tali
Di dalam
permainan ini mengandung komponen-komponen kebugaran jasmani yang berhubungan
dengan kesehatan yaitu mengandung komponen kelenturan (flexibility) karena
permainan ini memerlukan gerakan melompat yang gerakan membutuhkan kelenturan
agar dapat melewati ketinggian talinya dan juga pada permainan ini diperbolehkan
menggunakan berbagai gerakan, dengan seperti itu maka dibutuhkan kelenturan
agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan pada sendinya.
3. Kasti
Di dalam
permainan ini mengandung komponen kekuatan (strength) karena dalam permainan
ini dibutuhkan tenaga untuk memukul, menangkap dan melempar dan berlari,
sehingga permainan ini dapat menguatkan otot-otot tubuh seperti otot tangan,
dan otot kaki.
4. Boi-boian
Umumnya
permainan ini dilakukan dalam waktu yang lama hingga sekitar satu jam. Selain menyehatkan, gerakan berlari dalam permainan ini juga bermanfaat untuk menghindari
anak mengalami obesitas (Achroni, 2012: 89). di dalam permainan ini juga
mengandung komponen-komponen kebugaran jasmani yang berhubungan dengan
kesehatan yaitu mengandung komponen daya tahan (endurance) karena dalam
permainan ini adalah cara bermainnya dengan berlari, sehingga jika dilakuka
dalam waktu yang cukup lama maka dapat melatih daya tahan peserta didik.
Jenis
permainan tradisional untuk meningkatkan kemampuan motorik pada anak usia dini
1) Permainan
Congklak/dakon
Melatih kemampuan motorik halus. Saat memegang dan
memainkan biji congklak yang paling berperanan adalah motorik halus anak yaitu
jari jemari.
2) Lompat
Tali/Spintrong
Dengan bermain lompat tali motorik kasar akan
terstimulasi. Lama-kelamaan tumbuh menjadi anak yang cekatan, tangkas dan
dinamis. Otot-ototnya pun padat dan berisi, kuat, tangkas serta terlatih.
Lompat tali bisa mengurangi obesitas pada anak.
Dampak bahaya dari kegemaran bermain game
tersebut bermunculan. Segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan lebih
cendrung memberikan efek negative dibandingkan efek positif. Terlalu lama main
game bisa menurunkan kondisi fisik, dan menyebabkan meningkatkan kejenuhan.
Bermain game lebih dari 2 jam akan menyebabkan keletihan mata.
Beberapa
masalah yang dihadapi dalam bermain game online ataupun di gadget/handphone
bagi kesehatan fisik dan mental :
1. Cedera jari sehingga
bengkak dan sakit yang berulang-ulang terus menerus
2. Sering pegal-pegal
nyeri tulang belakang dapat membuat bentuk tulang belakang menjadi tidak proposional.
3. Sinar biru pada
layar monitor bisa menyebabkan kerusakan mata, yaitu mengikis lutein pada mata sehingga pandangan kabur degenerasi macula.
4. Main game teralu dkat dengan dengan layar
monitor computer bisa menyebabkan mata minus rabun jauh atau miopi. Tidak hanya
dari game namun juga bisa menyerang pada saat menonton tv.
5. Kilatan-kilatan
cahaya dengan pola tertentu pada game bia memicu epilepsy (ayan) pada penderita potensial.
6. Dapat menyebabkan
stress jika mengaami kegagalan bermain game online maupun karena kurang waktu
hubungan social.
Dampak game online pada
aktivitas Otak Penurunan aktivitas
gelombang otak depan yang memilik peranan sangat penting :
· dengan
pengendalian emosi dan agresivitas sehingga mereka cepat mengalami perubahan
mood, seperti mudah marah, mengalami masalah dalam hubungan social, tidak
kosentrasi dan lain. Penurunan aktivitas
gelombang beta merupakan efek jangka panjang yang tetap.
· berlangsung
meskipun gamer tidak sedang bermain game. Dengan kata lain para gamer mengalami “autonomic nerves” yaitu tubuh mengalami pengelabuan kondisi dimana sekeresi
adrenalin meningkat, sehingga denyut jantung, tekanan darah, dan kebutuhan
oksigen terpacu untuk meningkat.
Oleh sebab itu, Perlu
adanya pengarahan bagi anak-anak penggemar game online atau gadget, bahwa
melakukan aktivitas fisik seperti bermain permainan tradisonal lebih baik
dibandingkan dengan bermain permainan online atau gadget. Karena dalam
permainan tradisional dapat meningkatkan kesegaran jasmani seperti kelincahan
seorang anak.
Pada dasarnya segala hal yang berlebihan itu tidak baik. Termasuk bermain game online. Boleh saja, tapi jangan sampai berjam-jam apalagi berhari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Ishak, M.2015.Latihan
Olahraga dalam Permainan Tradisional.Jurnal
Ilmu Keolahragaan, Volume 14, No. 2, Juli 2015:42-48.
Yunarta,
A.2017.Pengaruh Permainan Tradisional Terhadao Kebugaran Jasmani.BRAVO’S (Jurnal Prodi Pendidikan Jasmani
& Kesehatan),Volume 5, No. 4, 2017.
Hasanah,
U.2016.Pengembangan Kemampuan Fisik Motorik Melalui Permainan Tradisional Bagi
Anak Usia Dini.Jurnal Pendidikan Anak,
Volume 5, No. 1, 2016.
Papastergiou, M.2010. Exploring
the potential of computer and video games for health and physical education. Computers & Education 53 (2010) 603–622.
Lam, L.T.2014. Risk
factors of Internet Addiction and the health effect of Internet Addiction on
adolescents: A systematic review of longitudinal and prospective studies.Current Psychiatry Reports, November 2014.







